iinaza

Pelepas penatku di dunia maya

Kilas Balik Sosialisasi & Pembinaan Satgas Siaga…

Ditulis oleh iindepok di/pada Juli 1, 2008

Akhir Mei kemaren, tepatnya tanggal 28 Mei Puskesmas Grogol menerima surat dari Satlak PPK-IPM (Satuan Pelaksana Program Peningkatan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia) Kota Depok untuk melaksanakan pembinaan satgas siaga kelurahan dan satgas siaga RW tahap pertama di wilayah kerja puskesmas Grogol kota Depok yaitu Kel. Grogol, Kel.Krukut, dan kel. Meruyung Kecamatan Limo. Total wilayah yang harus kami bina sebanyak 3 Kelurahan dan 29 RW.

Tujuan dari dilaksanakannya program ini adalah untuk Mengetahui kendala yang dialami oleh satgas siaga kelurahan dan Satgas RW siaga dalam pembentukan RW Siaga, dan memberikan solusi untuk pemecahan masalah. Dan juga dengan adanya program ini bisa diketahui dan diinventarisasi kegiatan delapan (8) indikator yang sudah bisa diterapkan oleh RW Siaga, sehingga strata siaga bisa dinilai.

Walaupun hanya dikasih waktu 2 Minggu untuk menyelesaikannya tapi Alhamdulillah pembinaan satgas siaga ini berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kami atur dengan bekerja sama dengan bidan kelurahan, pengurus kelurahan, dan pengurus RW. Tanggal 2 Juni kami mulai Roadshow dengan mulai melakukan pembinaan Satgas kelurahan terlebih dahulu di Aula kelurahan masing2 sampai tanggal 4 Mei. Diteruskan dengan pembinaan ke RW-RW di Rumah Pak RW masing2 dengan jadwal satu hari menyelesaikan 5 RW.

Setiap pembinaan ke kelurahan selalu dihadiri oleh Saya sendiri sebagai kepala Puskesmas, Pak Lurah atau wakilnya, Bidan pembina kelurahan, Para satgas siaga kelurahan (dari indikator 1-8), dan para tokoh masyarakat. Dan Pada pembinaan Satgas RW Siaga dihadiri oleh kepala puskesmas, Bidan pembina kelurahan, Satgas RW siaga, wakil dari satgas kelurahan, dan para tokoh masyarakat. Namun tidak semua RW bisa Saya hadiri karena diadakan dalam waktu yang bersamaan.

Metode yang kami lakukan dalam program ini adalah Pengarahan, Ceramah, Diskusi, dan Evaluasi program siaga yang sudah dijalankan dengan menggunakan format Ceklist. Materi yang kami berikan adalah tentang konsep siaga dengan 8 indikatornya, Pengorganisasian, Administrasi Siaga, dan juga diskusi mengenai Masalah / hambatan pelaksanaan siaga.

Dari hasil Roadshow tersebut dapat saya simpulkan bahwa sebagian besar warga masih belum tahu apa itu Siaga, bahkan ada juga Aparat kelurahan dan sebagian besar Satgas siaga RW belum tahu mengenai bagaimana itu konsep siaga. Dan Otomatis kalau Satgasnya saja belum tahu berarti programnya juga belum berjalan. Para Fasilitator siaga dan para kader siaga yang sudah dilatih dengan menghabiskan dana beratus ratus juta ternyata tidak gencar melakukan sosialisasi Siaga ke masyarakat.

Satu hal yang perlu saya garis bawahi disini, kepengurusan siaga terutama di tingkat RW bisa diibaratkan seperti Dinasti. Maksudnya bila pak RW nya ganti otomatis semua satgas dan kadernya juga berganti dan dia tidak akan mewariskan mengoperkan apa yang sudah dia kerjakan bersama pengurusnya ke ketua dan pengurus RW yang baru, termasuk juga perlengkapan dan peralatan penunjang kegiatan siaga, karena merasa tidak terpilih lagi. Mungkin dia tidak ingin ketua RW yg baru mandapat nama baik karena hasil jerih payahnya (tapi ini hanya perkiraan saya pribadi lho…). Dan kebetulan di 3 kelurahan itu baru terjadi pergantian pengurus RT dan RW, ada yang pengurus lama terpilih lagi dan sebagian besar terjadi pergantian pengurus. Sehingga pengurus dan satgas yang baru banyak yang belum memahami konsep siaga.

Dari fenomena diatas bisa disimpulkan bahwa konsep siaga belum dipahami oleh sebagian masyarakat di wilayah puskesmas Grogol. Karena kalau mereka sudah paham tentunya tidak akan terjadi iri-irian seperti itu. Kalau mereka memahami kalo konsep siaga itu adalah “kegotongroyongan mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk sehat” tentunya mereka sadar bahwa semua ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi.  

Siaga merupakan salah satu upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk sehat. Oleh karena itu disini intinya adalah pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat sehat. Tentunya hal itu akan berjalan dengan lancar bila selalu dilaksanakan dengan budaya kegotongroyongan yang sudah ada sejak dahulu kala di masyarakat kita. Tentunya kegotongroyongan bukan hanya antar warga saja tapi juga antar instansi, antar dinas, dan antara pemerintah dengan jajarannnya, dan tidak lupa antara Pemerintah,swasta dengan masyarakat dan LSM.

4 Tanggapan ke “Kilas Balik Sosialisasi & Pembinaan Satgas Siaga…”

  1. desahnafas berkata

    aduuhh…Bu Dokter Iin rajin nulis ya….ada bakat jadi reporter nich!

  2. ISMULAT RAHMAWATI berkata

    tak salah ALLOH mengutus dokter sebagai kepala puskesmas…kompeten,rajin,ulet…dan pekerja keras.. boleh dong dok berbagi resep dan trik…trims

  3. iindepok berkata

    @ Ismulat : Trimaksih atas kunjungannya dan pujiannya. Tp rasanya saya tdk sehebat itu deh.. :)

  4. mas ummu berkata

    BU UDAH DAPET ISO BLM PKM NYA….

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>